tik tik tik
bunyi hujan rintik
membasahi aspal dan tiap bilik
lagi segari musim panceklik
tik tik tik
ada rokok dan pematik
ada rupa bayang pekat tiap detik
tik tik tik
setetes pada bulu mata lentik
di tepian jendela gadis berhati tangis.
dengkian berledak-ledak ganas
menyingkir yang mengenggunjing, jauhi yang melaknat
dibalik kaca bening itu ada sekarang
di benak ada yang lalu
ia kembali balas dendam
bergulat dengan pikiran macam benalu
Rabu, 27 Juli 2011
Andai-adai
betapa agungnya sebatang pohon
ialah yang dilahirkan sendiri oleh rahim bundanya, sang Ibu pertiwi
batangnya yang merasakan pahit dan perihnya bumi
namun akarnya yang menembusi selimut damai yang gelap dan pekat
sungguhpun ia yang terberkati sang Ibunda
yang menopang seluruh kehidupan tiap denyut jantung
Itu sebabnya ia begitu bijak
memberi nafas kehidupan bagi semesta.
meski tangan-tangan kotor merenggutnya
Begitu sabarnya ia diperkosa tangan-tangan itu
dan begitupun perihnya ia ditebangi, dikuliti dan dicabuti
sang rumput, sahabatnya pernah bertanya..
"mengapa kau relakan tubuhmu yang agung, yang memberi kehidupan bagi jiwa-jiwa busuk ini untuk kepentingan mereka yang bahkan tak tau berterima kasih?"
sang pohon menjawab,
"ini cara ku berbakti pada Bunda Pertiwi."
ah.... jika benar adanya reinkarnasi,
betapa inginnya aku jadi sebatang pohon.
memberikan seluruh jiwa dan ragaku untuk bumi ini
mengasihi, meneduhkan dan ,menjaga Ibuku,
yang memberiku bukan hanya keberadaan,
juga cinta sesungguhnya yang purba dan abadi
Aku Yang Perempuan
Aku ini perempuan
Tapi perempuan bukan aku
Aku belum perempuan
Perempuan cita-citaku
Menuju biru aku melaju
Biru-biru dalam Ribu-ribu benih waktu yang ditanam Ibuku
Perempuan itu ibuku,
Yang dibuang bapakku karena terpikat hijau
Kata ibuku aku bukan perempuan
Perempuan itu diam
Tidak membalas dan membuat duka
Tapi aku jengah dan bapak ku rejang!
Kali ini ku yakin salah ibu
Perempuan tidak diam
Perempuan melawan, bu!
Aku ini perempuan
Tapi perempuan bukan aku
Aku belum perempuan
Perempuan cita-citaku
Menuju biru aku melaju
Biru-biru dalam Ribu-ribu benih waktu yang ditanam Ibuku
Perempuan itu ibuku,
Yang dibuang bapakku karena terpikat hijau
Kata ibuku aku bukan perempuan
Perempuan itu diam
Tidak membalas dan membuat duka
Tapi aku jengah dan bapak ku rejang!
Kali ini ku yakin salah ibu
Perempuan tidak diam
Perempuan melawan, bu!
Aku ini perempuan
Nasib Kaum Kedua
Bapak-Ibu negarawan sekalian
Saya marah
Ma
Rah
Rah
Ma
Rahma adik saya
Saya marah rahma tidak pulang lagi setelah 4 tahun kerja di Malaysia
Saya marah rahma jadi satu dari sekian yang dikirim pulang jasadnya
Saya marah rahma jadi satu dari sekian kasus yang hanya asapnya
Saya marah rahma jadi satu dari sekian korban penipuan calo yang dijual untuk jadi PSK
Saya marah rahma dan ribuan rahma lainnya jadi korban kekerasan Negara!
Saya marah
Ma
Rah
Rah
Ma
Rahma adik saya
Saya marah rahma tidak pulang lagi setelah 4 tahun kerja di Malaysia
Saya marah rahma jadi satu dari sekian yang dikirim pulang jasadnya
Saya marah rahma jadi satu dari sekian kasus yang hanya asapnya
Saya marah rahma jadi satu dari sekian korban penipuan calo yang dijual untuk jadi PSK
Saya marah rahma dan ribuan rahma lainnya jadi korban kekerasan Negara!
Langganan:
Postingan (Atom)