Rabu, 27 Juli 2011

Andai-adai

betapa agungnya sebatang pohon
ialah yang dilahirkan sendiri oleh rahim bundanya, sang Ibu pertiwi
batangnya yang merasakan pahit dan perihnya bumi
namun akarnya yang menembusi selimut damai yang gelap dan pekat
sungguhpun ia yang terberkati sang Ibunda
yang menopang seluruh kehidupan tiap denyut jantung

Itu sebabnya ia begitu bijak
memberi nafas kehidupan bagi semesta. 
meski tangan-tangan kotor merenggutnya 
Begitu sabarnya ia diperkosa tangan-tangan itu
dan begitupun perihnya ia ditebangi, dikuliti dan dicabuti

sang rumput, sahabatnya pernah bertanya..
        "mengapa kau relakan tubuhmu yang agung, yang memberi kehidupan bagi jiwa-jiwa busuk ini untuk kepentingan mereka yang bahkan tak tau berterima kasih?"
sang pohon menjawab,
        "ini cara ku berbakti pada Bunda Pertiwi."

ah.... jika benar adanya reinkarnasi,
betapa inginnya aku jadi sebatang pohon.
memberikan seluruh jiwa dan ragaku untuk bumi ini
mengasihi, meneduhkan dan ,menjaga Ibuku, 
yang memberiku bukan hanya keberadaan,
juga cinta sesungguhnya yang purba dan abadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar